Setelah 7 Amerika menjajah Irak, agen-agen berita memberitakan bahwa jumlah tentara AS yang tewas dalam perang Irak tidak lebih dari 5000 (lima ribu) orang.

Situs US Liberal (atau Liberal Amerika) menurunkan laporan “Deborah White” dengan judul  fakta-fakta perang Irak, hasil dan statistik sampai dengan 25 Januari 2010. dalam laporan itu disebutkan bahwa: kerugian AS yang paling penting dari perang di pendudukan Irak sejak tahun 2003 sampai dengan Januari 2010, adalah tewasnya sekitar hampir 4500 orang dan 32 ribu terluka, selain jatuhnya 73 pesawat dan helicopter, dan kerugian keuangan.


Kerugian nyawa dan peralatan

Tampak dari laporan itu bahwa pemerintah AS menyembunyikan dokumen tentang penggelapan miliaran dolar, serta menyembunyikan tingkat kegagalan untuk mencapai stabilitas di lapangan.

Jumlah pasukan AS di Irak sampai November 30, 2009 mencapai 115.000 tentara Amerika, tapi untuk seluruh negara telah menarik seluruh pasukan mereka.
Jumlah tentara Amerika mati untuk 25 Januari sekitar dari 4.377 orang, Jumlah korban tewas dalam jajaran pasukan asing lainnya, mencapai 316, 179 diantaranya adalah  tentara Inggris.

Jumlah korban luka-kuka di antara tentara AS hingga 30 September, 2009, mencapai 31.639 luka-luka, 20% pasien menderita luka serius di otak dan sumsum tulang belakang,. Jumlah ini tidak mencakup pasukan yang terkena gangguan mental..
Laporan mengatakan bahwa 30% dari tentara Amerika yang telah kembali ke Amerika Serikat telah terjangkit gangguan psikologis dan mental yang serius (berbahaya). Mereka tinggal dalam pengobatan psikiatris dari 3 sampai 4 bulan setelah mereka kembali dari Irak.
Sedangkan pesawat udara Amerika yang jatuh di Irak sejak invasi berjumlah 73 pesawat.

Kerugian keuangan
Menurut laporan, Amerika merasakan kerugian keuangan yang termat pahit, di mana laporan mengatakan bahwa pemerintah AS sebelumnya telah mengalokasikan US $ 900 milyar dari uang pembayar pajak AS sejak awal perang di Irak, dan sampai September 2010.
Amerika Serikat telah menghabiskan sejak Oktober 2009, perbulan pada perang Irak, 7,3 miliar dolar, sementara belanja bulanan di tahun 2008, adalah $ 12 miliar.
Amerika Serikat menghabiskan rata-rata 5 ribu dolar per detik, menurut data yang diungkapkan oleh “Harry Reid,” Pemimpin Mayoritas Senat di S. U. 5 Mei 2008.

Biaya penggelaran satu tentara AS selama setahun di Irak – menurut laporan – adalah 390 ribu dolar, menurut data dari Congressional Research Service.

Adapun pembiayaan yang raib, tidak diketahui rimbanya – menurut laporan tersebut – adalah: $ 9 miliar dari uang pembayar pajak AS hilang. Belum lagi ditambah dengan  hilangnya 549.7 juta dolar selama pengiriman suku cadang tahun 2004, kepada kontraktor di Amerika Serikat ,dan hilang nya 190.000 buah senapan, termasuk 110.000 ribu senapan-jenis AK-47, sesuai dengan laporan jaringan (ABC).
Washington juga telah kehjilangan satu miliar dolar AS selama pasokan pasukan keamanan Irak  di mokturat, kendaraan, tank, senapan mesin dan roket granat dan peralatan lainnya, dan layanan, yang telah diungkapkan pada Desember 6 Desember 2007, menurut Agen Berita (CBS).
Washington juga telah kehilangan 10 miliar dolar karena salah urus dan sesuai dengan apa yang telah diungkapkan dalam sidang kongres pada bulan Februari 2007.

Sementara perusahaan, “Halliburton” yang melayani jasa logistik menaikkan harga jasa mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya menyebabkan tersia-siakannya uang  sebesar $ 1,4 miliar, menurut Pentagon, Amerika Serikat. Sebagaimana perusahaan (KPR), anak perusahaan dari “Halliburton” yang bertanggung jawab untuk menyediakan pasukan AS di Irak dengan makanan, bahan bakar dan tempat tinggal mendapat kontrak 20 miliar $ dolar AS, ada yang mengatakan: “$ 3,2 dari dana tersebut terbuang tanpa menggunakan optimal.”
Jumlah pangkalan militer di pangkalan utama Irak 75 sesuai dengan surat kabar (Nation), dan (New York Times).

Kekerasan dan pembunuhan

Tewas di Irak sejak invasi, 140 wartawan, termasuk 93 tewas dalam insiden pembunuhan, 47 di antaranya tewas dalam aksi perang, dan membunuh 14 dari mereka oleh pasukan AS, tetapi untuk jumlah korban tewas dalam jajaran polisi, dan tentara Irak, mencapai 9.368 orang.
Adapun jumlah warga sipil Irak tewas, menurut statistik yang dikeluarkan oleh PBB pada tanggal 20 September 2006, meramalkan bahwa jumlah korban tewas berkisar antara 50.000 hingga 100.000 orang, tetapi organisasi menegaskan bahwa jumlah korban tewas dilaporkan berlipat-lipat dari itu, diperkirakan beberapa laporan bahwa jumlah kematian warga sipil sejak invasi mencapai 600 ribu orang!! Sungguh kejam penjajahan AS.

http://www.arabic-military.com/montada-f1/topic-t876.htm