Alhamdulillah kami telah mengirim video ini pada tanggal 2 januari 2011 ke para umara’, insyaallah

UMMUL MUKMININ AISYAH AS-SHIDDIQAH

BINTI AS-SHIDDIQ RADHIALLAHU ‘ANHA


  • Aisyah Radhiallahu ‘Anha adalah ibu kaum mukminin, siapa yang menghina atau mengkafirkannya maka ia bukan orang mukmin. Allah berfirman:

    النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ

    “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab.6)

  • Bahkan Aisyah Radhiallahu ‘Anha adalah istri Nabi yang paling beliau cintai, sampai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Fatimah putri Nabi sendiri:

    « أَىْ بُنَيَّةُ أَلَسْتِ تُحِبِّينَ مَا أُحِبُّ ». فَقَالَتْ بَلَى. قَالَ « فَأَحِبِّى هَذِهِ ». يُرِيدُ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا.

    Wahai putriku, bukankah kamu mencintaiku? Dia menjawab: ya tentu. Nabi bersabda: maka cintailah wanita ini (maksudnya Aisyah Radhiallahu ‘Anha) (HR. Muslim (2442), Bukhari (2581)

  • Mencela Aisyah berarti mencela Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi bersabda kepada Ummu Salamah istrinya:

    « لاَ تُؤْذِينِى فِى عَائِشَةَ فَإِنَّهُ وَاللَّهِ مَا نَزَلَ عَلَىَّ الْوَحْىُ وَأَنَا فِى لِحَافِ امْرَأَةٍ مِنْكُنَّ غَيْرَهَا ».

    “Janganlah engkau menyakitiku tentang Aisyah, karena demi Allah tidak pernah turun kepadaku wahyu sementara aku berada dalam selimut seorang wanita dari kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) selain Aisyah.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Nasai darin Aisyah, dan HR Ahmad, Ibn Sa’d dan Hakim dari Ummu Salamah)

  • Aisyah dipilih oleh Allah untuk menjadi pendamping Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
    Sungguh, Allah lah yang telah memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menikahi ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melihat ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha di dalam mimpi beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebelum pernikahan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:

    « رَأَيْتُكِ فِى الْمَنَامِ [مَرَّتَيْنِ] يَجِىءُ بِكِ الْمَلَكُ فِى سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ فَقَالَ لِى هَذِهِ امْرَأَتُكَ . فَكَشَفْتُ عَنْ وَجْهِكِ الثَّوْبَ ، فَإِذَا أَنْتِ هِىَ فَقُلْتُ إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ »

    “Aku telah melihatmu di dalam mimpi [dua kali]. Satu malaikat datang dengan membawa (gambar)mu dalam sebuah potongan sutera yang bagus. Dia berkata kepadaku: “Ini adalah istrimu.” Maka akupun menyingkap wajahmu, ternyata engkaulah orangnya. Maka kukatakan, ‘Jika ini adalah dari sisi Allah, niscaya Dia akan melaksanakannya.” (HR. al-Bukhari (4832), Ahmad)

    Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang suci mendapatkan wanita yang suci Aisyah Radhiallahu ‘Anha.

    الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦)

    “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)[1034]. (QS. Annuur, 26)

    [1034] Ayat ini menunjukkan kesucian ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau.

  • Aisyah Radhiallahu ‘Anha adalah istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dunia dan akhirat:
    Ketika Khalifah Ali Radhiallahu ‘Anhu mengutus Ammar dan al-Hasan ke Kufah untuk memobilisasi mereka, Ammar berpidato:

    إِنِّى لأَعْلَمُ أَنَّهَا زَوْجَتُهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

    “Sungguh saya tahu bahwa ia (Aisyah Radhiallahu ‘Anha) adalah istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dunia dan akhirat..” (HR. Bukhari 3772)

  • Malaikat Jibril ‘Alaihi Sallam mengirim salam kepada Aisyah Radhiallahu ‘Anha, sementara orang munafik zindiq mengirim cacian dan laknat. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

    « يَا عَائِشَةُ ، هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ » . فَقَالَتْ وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ .

    “Wahai Aisyah, ini Jibril kirim salam padamu, maka Aisyah menjawab: ya, semoga salam, rahmat Allah dan berkahnya untuknya.” (HR. Bukhari, 3217)

  • Sayyidah ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha telah wafat pada usia 66 tahun. Dia telah memenuhi dunia dengan ilmu, keutamaan dan ketaqwaannya. Sayyidah ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha  adalah ibunda setiap umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka tidak ada yang membencinya kecuali Yahudi, Nashrani dan kaum munafiq.
  • Mudah-mudahan Allah meridhainya dan meridhai seluruh ummahatul mukminin.

Ini baru sebagian keterangan tentang Aisyah Radhiallahu ‘Anha, belum keseluruhannya. Lalu bagaimana lagi jika orang dalam video ini mengkafirkan Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar dan Khalifah Usman serta para sahabat yang lain?

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya: Ya Rasulallah, siapakah manusia yang paling engkau cintai? Beliau menjawab: Aisyah. Beliau ditanya lagi: dari kaum laki-laki? Beliau menjawab: ayahnya (maksudnya Abu Bakar). Lalu ditanya lagi: kemudian siapa? Beliau menjawab: Umar Ibnul Khatthab. (HR. Bukhari, 3662, Muslim, 2384):

Intinya: tidak merasa jengkel, kesal, dan benci sahabat kecuali orang kafir zindiq: Allah berfirman:

لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ

“Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan para sahabat yang bersama Nabi itu). (QS. Al-Fath, 29)

Perhatikan baik-baik kedengkian dan kezindikan orang ini dan kelompoknya:

Wahai saudaraku muslim, acara ini diselenggarakan pada 17 Ramadhan 1431 H
YASIR HABIB DAN KELOMPOKNYA (SYIAH RAFIDHAH) BERPESTA PORA “AISYAH DI NERAKA” itulah temanya!!

(semoga Allah membalas mereka dengan keadilan-Nya)

Ini Yasir habib ketika tidak shalat, mencaci maki, melaknat dan mengkafirkan orang-orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta orang-orang ahli surga ini.

Lalu bagaimanakah  jika dia shalat?! Silakan simak sendiri bagaimana shalatnya Yasir Habib dan kelompoknya?

Kini perhatikan Yasir Habib membaca doa qunut, apa yang dia minta? Hidayah? Ampunan? Berkah? Perlindungan dari neraka? Tidak. Coba simak baik-baik:

“Ya Allah laknatlah”

Penutup

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا (٥٧)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. Al-Ahzab (33): 57)

Wahai bangsa Indonesia yang lembut dan berbudi, relakah kalian diajak untuk menjadi orang pencaci maki? Bukan mencaci sembarang orang, tetapi mencaci wanita suci kekasih Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dunia dan di surga, ibu kaum mukminin? Bahkan Anda sekalian disebut kaum kafirin dan Aisyah adalah Ummul Kafirin?!!

Wahai saudara-saudaraku orang-orang yang beriman, yang memiliki kehormatan! Apakah kita akan tinggal diam? Apakah kita akan bungkam seandainya ibu kandung kita yang dicaci maki seperti ini?

Lalu apakah ibu kandung kita setara dengan ibu kaum mukminin istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dunia dan surga?

Allah Maha melihat apa yang kita lakukan orang mukminpun akan menyaksikannya.

Wahai kaum mukminin putera-putri Aisyah Radhiallahu ‘Anha belalah ibumu, kehormatanmu istri Nabimu. Semoga dengan begitu kita akan mendapatkan syafaat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Hormat kami

www.gensyiah.com

1431H/2010