Peringatan Kematian Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Saudaraku, mungkin anda pernah menyaksikan gambar-gambar berikut:

Ini adalah sebagian dari dokumen peringatan kematian Al Husain bin Ali yang selalu dilakukan oleh agama Syi’ah di segala penjuru dunia, yang disebut dengan tathbiir..

Saudaraku! Anda adalah orang yang berakal sehat, menurut anda, mungkinkah  agama Islam yang anda cintai benar-benar mengajarkan tindakan tidak manusiawi itu?

Saya yakin anda mengetahui bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingkari perbuatan seorang sahabatnya yang bernazar untuk beribadah dengan cara berdiri di terik matahari, sambil membisu dan berpuasa. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

(مُرْهُ فَلْيَتَكَلَّمْ وَلْيَسْتَظِلَّ وَلْيَقْعُدْ وَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ) متفق عليه

“Perintahkanlah agar ia berbicara, berteduh, duduk dan melanjutkan puasanya.” Muttafaqun ‘alaih

Dan pada kesempatan lain, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyaksikan seorang tua renta yang berjalan dengan dipapah oleh kedua putranya. Sepontan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya tentang perihal orang tersebut, maka disampaikan kepadanya bahwa ia bernazar untuk berhaji dengan berjalan kaki.

(إِنَّ اللَّهَ عَنْ تَعْذِيبِ هَذَا نَفْسَهُ لَغَنِىٌّ) وَأَمَرَهُ أَنْ يَرْكَبَ متفق عليه

“Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan kepada perilaku orang ini yang menyiksa dirinya sendiri.” Selanjutnya beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan agar orang tua itu meneruskan hajinya dengan menunggang kendaraan. Mutafaqun ‘alaih.

Demikianlah sikap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap orang yang memberatkan dirinya dengan beribadah sambil berdiri di bawah terik matahari, dan yang berhaji dengan berjalan kaki.

Menurut anda! Kira-kira apa dan bagaimana sikap beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bila menyaksikan perilaku para penganut agama Syi’ah yang menyiksa diri mereka dengan pedang, rantai besi, dan lainnya?

Saudaraku! menurut anda, akal model apakah yang telah menyebabkan para penganut agama Syi’ah berperilaku seperti yang anda saksikan pada gambar di atas?

Agama apakah yang telah menjadikan seorang ibu kehilangan rasa kasih sayangnya terhadap putranya, sehingga ia tega melukai putra tercintanya?

Saudaraku! Mungkin saja anda tidak perlu hanyut dalam keheranan anda. Terlebih-lebih bila anda mengaitkan masalah ini dengan masalah pernikahan mut’ah di atas. Karena mungkin saja putra yang disayat-sayat kepalanya oleh wanita itu adalah anak yang tidak ia kehendaki untuk terlahir ke dunia. Betapa tidak, Ibu kandung panutan sekaligus imam mereka ke-3 yaitu, Al Husain bin Ali bin Abi Thalib juga tidak mengharapkan kelahiran putranya itu.

Hanya saja bedanya, bila Fatimah bintu Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah nikah mut’ah, sedangkan wanita di atas mungkin saja baru hamil dan melahirkan putranya itu setelah nikah mut’ah dengan berpuluh-puluh lelaki hidung belang. Tidak mengherankan bila ia melampiaskan kekecewaannya terhadap nasib malang yang ia derita kepada anaknya yang tidak berdosa itu. Oleh karena itu perilaku ini tidak akan anda temui pada umat manusia selain pada penganut agama Syi’ah, satau-satunya agama yang mengajarkan nikah mut’ah.

Saudaraku! Pada suatu hari ada seorang arab badui yang terkejut menyaksikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencium salah seorang cucunya, sampai-sampai ia berseloroh kepada beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Anda mencium anak-anak kecil, sedangkan aku tidak pernah mencium mereka? Mendengar ucapan arab badui ini, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

(أَوَ أَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ) رواه البخاري

“Apa yang dapat aku lakukan bila ternyata Allah telah benar-benar mencabut rasa kasih sayang dari hatimu.” Riwayat Al Bukhari.

Coba anda berhenti membaca sejenak, dan menutup buku ini, untuk sejenak berpikir: Bila seorang ibu penganut agama Syi’ah telah tega menyayat-nyayat kepala putranya sendiri, maka kira-kira apa yang akan mereka lakukan terhadap orang diluar agama mereka?

Saudaraku! Setelah menyaksikan pemandangan di atas, masihkan tersisa walau secercah harapan untuk terjalinnya persatuan atau pendekatan antara penganut agama Syi’ah dengan umat Islam?

Mungkin anda bertanya-tanya: apa dan mengapa para tokoh agama Syi’ah begitu gencar mendoktrin para pengikutnya untuk melakukan penyiksaan diri mereka pada setiap peringatan kematian Husain bin Abi Thalib?

Juga mungkin anda bertanya: Mengapa tokoh-tokoh agama Syi’ah begitu getol menjajakan nikah mut’ah kepada para pengukutnya?

Saudaraku! sebelum anda lebih jauh menerka-nerka, mungkin anda teringat dengan kasus aliran Satria Piningit Weteng Buwono yang dipimpin oleh Agus Imam Solihin. Ia mengadakan ritual seks guna menguji kesetian para pengikutnya. Demikian jugalah kira-kira tujuan para tokoh agama Syi’ah dari ritual nikah mut’ah, dan tathbiir.

Nikah mut’ah bertujuan untuk menguji tingkat kesetian pengikut wanita dan sekaligus sarana untuk menjaring pengikut baru. Sedangkan upacara tathbiir bertujuan untuk menguji tingkat kesetiaan para pengkut dari kaum lelaki, terutama para pemuda.