Bantahan

syiah

Syubhat Syiah

Dijawab oleh : Mamduh farhan al-Buhairi

Syiah: Hai Wahhabi, jangan membawa nama Sunni untuk menghujat umat lain yang tidak sependapat dengan pemikiran antum! Wahabi atau Salafi sama saja. Modalnya cuma bisa bahasa Arab saja! Hanya orang-orang wahabi atau salafi yang doyan makan hadits Abu Hurairah. Sampai yang tidak mau make hadits Abu Hurairah dianggap sesat. Di NU ada tradisi tawassul, begitupula di Syi’ah. Jadi masih ada persamaan. Cuma Wahabi atau Salafi yang tidak memperbolehkan. Beginilah kalau kenalnya cuma sama Bapak Kucing (Abu Hurairah). Mengapa Abu Hurairah tidak diganti saja dengan julukan yang lebih baik. Masa orang hebat julukannya lucu. Katanya sahabat Nabi, tapi kenapa bisa mendapat gelar seperti itu? Ana yakin itu hanya cerita fiktif dari Wahabi. (more…)

Dialog Ulama Wahhabi VS Anak Bau Kencur?!! (bag. 1)

oleh : Abu Hamzah


Bismillahirrahmanirrahim.

Selesai saya mengisi kajian di Mojokerto, Ahad, 23 R. awal 1432 H/ 27 Februari 2011 M, tiba-tiba ada peserta yang maju menyodorkan selembar kertas. Setelah saya baca judulnya, sayapun tersenyum. Saya katakan: “Ya, kebetulan tadi malam saya sudah tahu saat melihat di internet.” Terus dia meminta kepada saya untuk memberikan tanggapan terhadap pemberitaan yang dianggapnya janggal dan lucu tersebut. Saya pun menyanggupinya. (more…)

Al-Qur’an adalah Wahyu Verbal, Tekstual, dan Eksplisit

Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 16)

konstektualSebagai penutup Ulil mengingatkan: “Harap jangan lupa: wahyu verbal dalam al-Qur`an hanyalah separuh wahyu yang harus dilengkapi dengan wahyu non-verbal. Dengan cara itulah kita bisa menghindari sikap bibliolaristik.” (alinea 13)

Sebelumnya Ulil juga mengatakan: “bahwa wahyu tekstual adalah “separoh” saja dari wahyu al-Qur`an yang sesungguhnya (yang lain adalah “wahyu implisit” (dalam bentuk konteks sosial),… (alinea 10)

(more…)

Manusia sebagai “Partner” dari Wahyu

Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 15)

konstektualUlil melanjutkan: “kita perlu mengangkat kembali posisi manusia kedalam martabat yang diberikan al-Qur`an sendiri kepadanya, dengan memperhitungkan kemaslahatan manusia sebagai “partner” dari wahyu.
Dalam ucapan diatas Ulil telah berdusta atas nama Allah atau atas nama al-Qur`an. Di manakah Allah menjadikan manusia sebagai “partner” dari wahyu? Kapankah al-Qur`an berbicara bahwa manusia itu sejajar dengan wahyu? Di Surat apakah dan di ayat berapa? Apakah berupa pernyataan atau isyarat? Ataukah tahrif terhadap ayat-ayat al-Qur`an?!

(more…)

Obama Berdusta!

Abu Hamzah ibn Komari al-Sanuwi

Saat Obama menulis ” for we are all children of God.” Dalam tulisan tangan yang diserahkan kepada Imam Besar Masjid Istiqlal KH Mohammad Ali Mustofa Yakub, di Masjid Istiqlal, Rabu 10 November 2010, lalu ia tanpa sadar telah berdusta! Ia mengikuti orang-orang yahudi dan nashrani yang berkata dusta atas Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. (QS alMaidah: 18)

(more…)

Go to Top