(189 PERTANYAAN YANG DAPAT MENUNTUN MEREKA KEPADA AGAMA NABI SAW DAN AHLUL BAIT)

OLEH

Sulaiman ibn Shalih al-Kharasyi

diterjemah dan disajikan

oleh Abu Hamzah al-Sanuwi

 

Setelah wafatnya Fatimah Radhiallahu ‘Anha, Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu menikah dengan beberapa wanita, dan mendapatkan karunia beberapa orang anak, di antara anak-anaknya adalah:

Abbas bin Ali bin Abi Thalib,

Abdullah bin Ali bin Abi Thalib,

Ja’far bin Ali bin Abi Thalib dan

Utsman bin Ali bin Abi Thalib.

Ibu mereka adalah: Ummul Banin binti Hizam bin Darim.[1]Juga:

Ubaidillah bin Ali bin Abi Thalib,

Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib.

Ibu mereka berdua adalah: Laila binti Mas’ud Ad Darimiyah.[2]

Juga:

Yahya bin Ali bin Abi Thalib,

Muhammad Al Ashghar bin Ali bin Abi Thalib dan

Aun bin Ali bin Abi Thalib.

Ibu mereka adalah: Asma binti Umais.[3]

Juga:

Ruqayyah binti Ali bin Abi Thalib dan

Umar bin Ali bin Abi Thalib yang meninggal pada usia tiga puluh lima tahun.

Ibu mereka berdua adalah: Ummu Habib binti Rabi’ah.[4]

Dan juga:

Ummul Hasan binti Ali bin Abi Thalib dan

Ramlah Al Kubra binti Ali bin Abi Thalib.

Ibu mereka berdua adalah: Ummu Mas’ud binti Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqafi.[5]

Pertanyaan: Apakah seorang ayah mau memberi nama buah hatinya dengan nama musuh-musuh bebuyutannya? Lalu bagaimana jika seorang ayah ini adalah Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu?

Bagaimana mungkin Ali Radhiallahu ‘Anhu memberi nama anak-anaknya dengan nama-nama orang yang kalian anggap bahwa mereka adalah musuh-musuhnya?!

Apakah orang yang berakal mau memberi nama anak-anak kesayangannya dengan nama-nama musuhnya?!

Dan apakah kalian mengetahui bahwa Ali Radhiallahu ‘Anhu adalah orang Quraisy yang pertama kali memberi nama (anak-anaknya) dengan Abu Bakar, Umar dan Utsman?


[1] Kasyful Ghummah fi Ma’rifatil Aimmah, karya Ali Al Arbili (2/ 66).

[2] Kasyful Ghummah fi Ma’rifatil Aimmah, karya Ali Al Arbili (2/ 66).

[3] Idem.

[4] Idem.

[5] Idem.