(189 PERTANYAAN YANG DAPAT MENUNTUN MEREKA KEPADA AGAMA NABI SAW DAN AHLUL BAIT)

OLEH

Sulaiman ibn Shalih al-Kharasyi

diterjemah dan disajikan

oleh Abu Hamzah al-Sanuwi

 

Kita telah mendapatkan banyak di antara para pembesar sahabat yang menjalin hubungan pernikahan dengan keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menikah dengan mereka, begitu pula sebaliknya, terutama dua orang syaikh dari mereka (Abu Bakar dan Umar), sebagaimana hal itu disepakati oleh para ahli sejarah dan perawi hadits, baik dari kalangan sunni atau kelompok Syi’ah.Karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
Menikah dengan Aisyah binti Abi Bakar Radhiallahu ‘Anha.
Menikah dengan Hafshah binti Umar Radhiallahu ‘Anha.
Menikahkan kedua puteri beliau (Ruqayyah kemudian Ummu Kultsum) dengan khalifatur Rasyid ketiga, seorang yang dermawan dan pemalu yaitu Utsman bin Affan Radhiallahu ‘Anhu, yang karenanya dia dijuluki Dzun Nuraini (seorang yang memiliki dua cahaya).
Kemudian anaknya yang bernama Aban bin Utsman menikah dengan Ummu Kultsum binti Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib.
Marwan bin Aban bin Utsman juga menikah dengan Ummul Qasim binti Al Hasan bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
Lalu Zaid bin Amr bin Utsman menikah dengan Sakinah binti Al Husain.
Dan Abdullah bin Amr bin Utsman bin Affan menikah dengan Fatimah binti Al Husain bin Ali.
Kita cukup dengan menyebutkan tiga khalifah dari kalangan para sahabat, tanpa menyebutkan sahabat yang lain, yang mereka juga memiliki hubungan pernikahan dengan ahlul bait, untuk menjelaskan bahwa ahlul bait juga mencintai mereka, karena itulah, terjadi hubungan pernikahan ini dan berbagai hubungan yang lain.
Demikian pula, kita dapatkan bahwa ahlul bait memberi nama anak-anak mereka dengan nama-nama para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, seperti disepakati oleh para ahli sejarah dan perawi hadits, baik dari kalangan kalangan sunni atau Syi’ah.
Inilah Ali Radhiallahu ‘Anhu, sebagaimana disebutkan di dalam beberapa sumber rujukan Syi’ah, memberi nama salah seorang anaknya dari pernikahannya dengan Laila binti Mas’ud Al-Hanzhaliyyah dengan nama Abu Bakar. Dan Ali adalah orang yang pertama kali di kalangan Bani Hasyim yang memberi nama anaknya dengan nama Abu Bakar.
Demikian pula, Al Hasan bin Ali memberi nama anak-anaknya: Abu Bakar, Abdurrahman, Thalhah dan Ubaidillah.
Dan juga Al Hasan bin Al Hasan bin Ali.
Serta Musa Al Kazhim memberi nama puterinya dengan Aisyah.
Bahkan ada di antara ahlul bait yang diberi kunyah dengan Abu Bakar, bukan nama baginya, seperti: Zainul Abidin bin Ali dan Ali bin Musa Ar Ridha.
Sedangkan orang yang memberi nama anaknya dengan nama Umar Radhiallahu ‘Anhu, di antaranya Ali Radhiallahu ‘Anhu, dia memberi nama anaknya Umar Al Akbar dari istrinya yang bernama Ummu Habib binti Rabi’ah dan dia terbunuh di Ath Thaf bersama saudaranya Al Husain Radhiallahu ‘Anhu. Dan yang lain yaitu Umar Al Ashghar dari istrinya yang bernama Ash Shahba At Taghlabiyyah. Anak yang terakhir ini diberi umur panjang sesudah saudaranya yang lain, sehingga bisa mewarisi mereka.
Demikian pula Al Hasan bin Ali memberi nama kedua anaknya: Abu Bakar dan Umar.
Demikian pula Ali bin Al Hasan bin Ali.
Demikian pula Zainul Abidin.
Demikan pula Musa Al Kazhim.
Demikan pula Al Husain bin Zaid bin Ali.
Demikian pula Ishaq bin Al Hasan bin Ali bin Al Hasan.
Demikian pula Al Hasan bin Ali bin Al Hasan bin Al Husain bin Al Hasan.
Dan banyak lagi, tetapi kita cukup menyebutkan sejumlah nama di atas dari kalangan pembesar dan pendahulu ahlul bait karena khawatir berkepanjangan.
Adapun orang yang memberi nama puterinya dengan Aisyah, di antaranya: Musa Al Kazhim dan Ali Al Hadi.
Dan kita cukup menyebutkan Abu Bakar dan Umar serta Ummul mukminin Aisyah Radhiallahu ‘Anhuma.