BAPAK MUHAMMAD ANIS BERKATA:

ABDULLAH BIN SABA’

1. ABDULLAH BIN SABA’

Berikut saya tuliskan tentang Abdullah bin Saba’ yang sebenarnya adalah tokoh fiktif, yang sumbernya baik dari ahlusunnah maupun syi’ah. Seorang ulama syi’ah, yaitu Ayatullah Murtadla ‘Askari mencoba untuk meneliti tentang keberadaan Abdullah bin Saba’. Dan hasilnya, beliau menyatakan bahwa berdasarkan penelitian sejarah dan periwayatan hadits, maka sebenarnya Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif. Dan hasil penelusuran dan penelitian tersebut beliau tuangkan dalam buku beliau yang berjudul :

1. Abdullah bin Saba’ wa Asatir Ukhra.

2. Khomsun wa Mi’atun Shahabi Mukhtalaq.

Cerita tentang riwayat-riwayat oleh Abdullah bin Saba’ hanya bersumber dari satu orang (sumber tunggal), yaitu Saif bin Umar At-Tamimi. Mengenai sosok Saif bin Umar At-Tamimi, para ulama ahli jarh wa ta’dil telah memberikan nilai merah/buruk kepadanya. Berikut komentar mereka tentang Saif At-Tamimi tersebut :

1. Yahya bin Mun’im, mengatakan : “Riwayat-riwayatnya lemah dan tidak berguna”.

2. An-Nasa’i dalam Sunan-nya, mengatakan : “Riwayat-riwayatnya lemah dan harus diabaikan, karena ia adalah orang yang tidak dapat diandalkan dan tidak patut dipercaya”.

3. Abu Dawud, mengatakan : “Tidak ada harganya, ia seorang pembohong”.

4. Ibn Abi Hatim, mengatakan : “Mereka telah meninggalkan riwayat-riwayatnya”.

5. Ibn Al-Sakan, mengatakan : “Riwayatnya lemah (dlo’if)”.

6. Ibn ‘Adi mengatakan : “Riwayatnya lemah, sebagian dari riwayatnya terkenal namun bagian terbesar dari riwayat-riwayatnya adalah mungkar dan tidak diikuti”.

7. Al-Hakim, mengatakan : “Riwayat-riwayatnya telah ditinggalkan, ia dituduh zindiq”.

8. Ibn Hibban, mengatakan : “Ia terdakwa sebagai zindiq dan memalsukan riwayat-riwayat”.

Dan para ulama ahlusunnah lainnya yang tidak mempercayainya, seperti Khatib Al-Baghdady, Ibn Abdil Barr, Ibnu Hajar, dll.

Sehingga jelas sekali bahwa keberadaan Abdullah bin Saba’ ini adalah fiktif, dikarenakan hanya bersumber dari satu orang yaitu Saif At-Tamimi, yang dinilai cacat, mungkar, pemalsu, zindiq, dll.

Oleh karena itu, tertolaknya riwayat tentang Abdullah bin Saba’ bukan hanya karena dalam jalur periwayatannya terdapat Saif At-Tamimi, seperti hadits yang dikutip oleh Thabari; melainkan juga bahwa Saif At-Tamimi merupakan sumber tunggal dari cerita keberadaan Abdullah bin Saba’, seperti riwayat-riwayat yang tercantum dalam buku karangan Saif At-Tamimi yang berjudul “Al-Futuh” dan “Al-Jamal”.

Dengan predikat semacam itu, maka sudah semestinya setiap kisah yang diriwayatkan secara tunggal dari Saif At-Tamimi TIDAK BISA dipercaya, baik dalam wacana syari’at maupun tarikh, dan lain-lain.

Ibnu Hajar dalam bukunya yang berjudul “Lisanul Mizan”, mengatakan :

Berita-berita tentang Abdullah bin Saba’ dalam sejarah memang terkenal, tetapi tidak satupun bernilai riwayat“.

Ibnu Hajar juga mengatakan :

Ibnu Asakir kemudian meriwayatkan sebuah cerita panjang dari Saif bin Umar At-Tamimi dalam kitab Al-Futuh yang tidak shohih sanad-sanadnya

Ref. Ahlusunnah :

Ibnu Hajar Al-Asqolani, dalam “Lisanul Mizan”, jilid 3, hal. 289. [Lihat Catatan Kaki no. 5]

Sehingga semua jalur riwayat yang ada tentang Abdullah bin Saba’, sekali lagi, hanya bersumber dari cerita Saif At-Tamimi tersebut. Jadi jelas sekali bahwa riwayat-riwayat tersebut tertolak berdasarkan predikat buruk yang disandang oleh Saif At-Tamimi.

Dan buku Ayatullah Murtadla ‘Askari tersebut di atas merupakan sanggahan dan bantahan terhadap semua pendapat yang menyatakan keberadaan Abdullah bin Saba’, baik itu yang berasal dari ulama ahlusunnah maupun ulama syi’ah terdahulu.

KOMENTAR MANIS:

Saya katakan: Ini tidak layak disebut sebagai bantahan terhadap buku Gen syiah, jadi tidak perlu ditanggapi. Cukuplah tulisan syaikh dalam Gen syiah sebagai bantahannya. Jadi buku Gen Syiah belum terbantahkan.) (Baca makalah Gerakan Sabaiyyah yang insya Allah akan kami muat)