Posts tagged awas

buaya

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 18)

Status wanita yang dinikahi Mut’ah

Banyak dari lelaki hidung belang yang dengan getol menjajakan nikah mut’ah mengatakan bahwa nikah mut’ah tidak berbeda dengan nikah biasa. Hubungan suami istri pada keduanya sama-sama bisa diputus dan dapat pula dilanjutkan, sebagaimana yang dinukilkan dalam buku “Sunnah-Syi’ah Bergandengan Tangan! Mungkinkah? Hal 253.

Untuk membuktikan sejauh mana kebenaran ucapan di atas, maka saya mengajak saudara untuk merenungkan beberapa riwayat berikut:

عن زرارة عن أبي عبد الله عليه السلام: ذكرت له المتعة أهي من الأربع فقال: تزوج منهن ألفا فإنهن مستأجرات 5/454

Zurarah meriwayatkan dari Abu Abdullah Ja’far As Shadiq ‘Alihissalaam: Aku pernah bertanya masalah nikah mut’ah kepada Abu Abdullah, apakah wanita yang dinikahi mut’ah itu dihitung dari batasan empat wanita yang boleh dinikahi? Beliau menjawab: Nikahilah dengan seribu wanita dengan nikah mut’ah, karena mereka itu adalah wanita sewaan/bayaran. (more…)

buaya

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 17)

Antara Mut’ah versi Syi’ah & Prostitusi.

Diantara permasalahan yang melekat di dahi-dahi setiap pengikut agama Syi’ah ialah masalah nikah mut’ah. Yaitu perkawinan antara seorang lelaki dengan seorang wanita yang dibatasi dengan batas waktu yang sebelumnya telah disepakati antara keduanya.

Imam As Syafi’i menjelaskan t entang maksud nikah mut’ah ini dengan berkata: “Inti dari nikah mut’an yang dilarang ini ialah setiap pernikahan yang dibatasi oleh waktu tertentu, baik waktu yang panjang atau pendek. Misalnya seorang lelaki berkata kepada seorang wanita: Aku menikahimu selama satu hari saja, atau sepuluh atau sebulan. Atau aku menikahimu hingga aku meninggalkan kota ini. Atau aku menikahimu hingga aku selesai menggaulimu sekali saja, selanjutnya kita berpisah dan engkau menjadi halal untuk menikah kembali dengan mantan suamimu yang telah menceraikanmu sebanyak tiga kali. Atau kesepakatan yang semakna dengan ini, yang intinya tidak bertujuan menjalin tali pernikahan untuk selama-lamanya, kecuali bila terjadi perceraian. ([1]) (more…)

buaya

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 16)

Para Penerus Perjuangan Abrahah.

Saudaraku! Anda pasti telah menghafal surat Al Fiil (Gajah)

{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ {1} أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ {2} وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ {3} تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ {4} فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ {5}

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” Al Fiil 1-5 (more…)

buaya

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 15)

Siapa Pembela Ahlul Bait Yang Sejati?

Dari pemaparan beberapa masalah yang berkaitan tentang sikap agama Syi’ah yang sebenarnya terhadap ahlul bait, muncul satu pertanyaan: Bila demikian adanya perilaku dan tanggapan agama Syi’ah terhadap ahlul bait dan juga sikap ahlul bait terhadap agama Syi’ah, lalu siapakah pembela ahlul bait yang sebenarnya? Siapakah yang benar-benar telah menjalankan wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tatkala beliau berkhutbah di sungai Khum (Ghadir Khum): (more…)

buaya

Awas! Buaya Meneteskan Air Mata (Bag. 14)

Status Warisan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Bila anda pernah membaca buku-buku agama Syi’ah, anda pasti pernah mendapatkan bahwa salah satu permasalahan yang menjadi propaganda agama Syi’ah dalam menjajakan pahamnya ialah permasalahan warisan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Agama Syi’ah mengaku bahwa sahabat Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu dan lainnya telah merampas harta warisan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari ahli warisnya. Sehingga tidak sedikitpun dari harta warisan beliau yang diberikan kepada ahli warisnya, terutama kepada putri beliau Fatimah radhiallahu ‘anha. (more…)

Go to Top